Feeds:
Posts
Comments

“Tuhan, hari ini pake baju apa ya? Aku mau wawancara kerja nih.”
“Lha kamu punya baju yang pantas untuk dipake ke wawancara nggak?”
“Ya punya dong, begitu lulus kuliah kan aku udah siap-siap beli beberapa baju buat cari kerja.”
“Nah, pilih aja salah satunya.”
“Duh … yang mana dong, Tuhan? Aku bingung nih. Tuhan aja deh yang pilihin. Aku yakin dua ratus persen, pilihan Tuhan pasti tokcer!” Continue Reading »

Gayanya memang begitu. Kalem. Tak pernah meledak-ledak. Sejak pertama aku melihatnya berdiri di belakang mimbar semasa kecilku, sampai puluhan tahun kemudian, gayanya tetap sama.

Semasa kuliahku, seorang senior memujinya kala ia berkotbah di gereja kami. Katanya, sulit bagi seorang pengkhotbah yang tidak punya gaya berapi-api untuk mempertahankan perhatian pendengarnya, tetapi pengkhotbah wanita ini sanggup melakukannya. Continue Reading »

Apa adanya

“Apa kabar hari ini?”
“Luar biasa.”
“Apa kabar hari iniii?”
“Luar biasa!”
“Sekali lagi … APA KABAR HARI INIII???”
“LUARRR BIASAAA!!!” Continue Reading »

Mengetik dengan mata berat. Ngantuk. Subuh bangun jam setengah lima. Jam lima berangkat doa pagi. Sehabis itu muter-muter setengah jam di daerah perbukitan, nonton kerbau merumput di dekat bukit-bukit yang dikepras untuk disulap menjadi daerah permukiman, lalu pulangnya sarapan soto kudus. Continue Reading »

Hanya ingin itu

Minggu adalah hari yang padat. Kalau mau dibilang melelahkan, ya, terutama bila kondisi tubuh tidak dalam keadaan prima. Tapi dalam keadaan normal, dengan senang hati aku hadir dan mengambil bagian dalam ibadah pagi, siang dan sore.

Namun manusia tetap manusia. Ada waktu tertentu di mana aku merasa sangat berat untuk membawa diri dan hatiku. Continue Reading »

Kalau terpaksa aku mati

Kisah nyata ini kucuplik sebagai ilustrasi dalam Kebaktian Remaja kemarin sore. Buku ini sendiri sudah kubaca semasa aku masih kuliah dulu. Kesannya tertancap dalam. Tentang seorang perempuan Korea yang mati-matian mempertahankan imannya pada masa penjajahan Jepang.

Menarik karena sosok Nona Ahn Ei Sook adalah seorang guru musik biasa, bukan penginjil atau pendeta. Continue Reading »

Delapan bulan kemudian

Asap yang melenggang-lenggok sekenanya pelan-pelan mulai punya makna. Tak seanggun yang dikhayalkan, namun juga tak seburuk yang dicemaskan.

Langkah awal

Pernah mengalami menjadi orang baru? Murid baru, tetangga baru, pegawai baru, atasan baru, anggota gereja baru …. Ah… semua itu pernah kualami. Tetapi tidak yang satu ini. Continue Reading »

Babak baru

Ketika usiaku memasuki dekade baru, hatiku mengatakan aku harus bersiap. Kala itu aku belum tahu apa yang akan terbentang di hadapanku. Kalaupun ada yang berubah, kuperkirakan perubahan itu akan terjadi secara bertahap.

Belum genap setahun setelah hari ulang tahunku, perubahan itu muncul dengan cukup mengejutkan. Awal bulan ini. Juni 2010.